
Kelas Bahasa Inggris di Pustaka
Agenda dalam 3 minggu hingga 21 Agustus 2026 disibukkan dengan persiapan Aceh Peace Camp, agenda-agenda di Pustaka Kampung Impian, menghadiri undangan sebagai narasumber, menghadiri undangan melihat pameran 2 relawan 3R di Sophie Sunset Library, hingga aktivitas belajar bersama anak-anak melalui BUMOE Learning Community .
Agenda Persiapan Aceh Peace Camp terus berlanjut, dimulai dari penyelesaian Guide Book yang harapannya bisa selesai sampai minggu ini, hingga rencana simulasi beberapa rangkaian Peace School. Semua nampak sibuk. Syukurnya, kita semua sehat di sini. Setelah rapat kemarin 18 Agustus 2026, kita akhirnya memutuskan untuk melaksanakan agenda Aceh Peace Camp menjadi 4 September – 12 September 2026 di Aceh Timur. Semoga apa yang kita laksanakan berjalan lancar. Aamiin.
Anak-anak BUMOE Learning Community bulan Agustus ini belajar tentang Tradisi. Ada agenda tebak-tebakan bersama tentang Aceh lalu anak-anak diminta menuliskan tebakan tersebut, ada tentang tempat bersejarah di Aceh, makanan, pahlawan hingga pakaian adat. Menyenangkan sekali melihat suasana belajar yang penuh dengan permainan. Agenda lain yaitu Fun Cooking dengan membuat salad buah dan “pancake khas Aceh”. Saat membuat salad, anak-anak terlihat sudah terbiasa memegang pisau untuk memotong buah. Ini sebuah skill yang juga mereka pelajari di BUMOE. Dan dari kegiatan ini, anak-anak belajar mengembangkan kemampuan motoriknya. Agenda Fun Cooking lainnya juga membuat Pancake yang diolah menggunakan terigu dan susu. Bagian menariknya adalah anak-anak mau mencoba memarut kelapa menggunakanparutan tradisional Aceh yang bernama “geulungku”. Anak-anak juga menikmadi kudapan ini. Aktivitas lainnya yang terlaksana adalah kegiatan meronce, baca nyaring hingga mengunjung Festival Literasi Aceh di Pustaka Wilayah dan Menara Masjid Baiturrahman.Agenda di Pustaka juga cukup beragam. Ada kelas Bahasa Inggris gratis dengan mengajarkan Bahasa Inggris untuk Marati anak dari Lapeng yang akan kuliah serta seorang temannya. Maulidin dan Afdhal juga ikut kelas ini. Kita sungguh senang, karena melihat bagaimana Marati sangat aktif di Pustaka Kampung Impian di Desa Lapeng hingga kita bisa terus dukung sampai dia akan kuliah. Sebuah langkah panjang yang begitu berarti, dan ini yang ingin kita terus lakukan bersama.


Di Pustaka di Lam Lumpu, ada beberapa diskusi yang juga dilaksanakan, ada kegiatan melukis, kelas merajut bersama serta memilih 100 buku yang akan kita pakai selama kegiatan di Peace Camp. Oia, dua relawan pustaka juga yaitu Putri dan Maulidin menjadi juara 1 dan 3 dalam lomba mengarang hikayat berbahasa Aceh. Menang lomba rasanya hanya bonus, tapi kita melihat hasil panjang dari bagaimana program berbasis kearifan lokal salah satunya melalui hikayat Aceh bisa terus konsisten kita pelajari di pustaka sederhana kita. Satu lagi, ada agenda memulai kerjasama Teknologi Pangan di Masa Darurat kerjasama dengan Universitas Syiah Kuala dan TDRMC. Agenda ini akan berlangsung hingga akhir tahun 2026.


Cerita lain dari Pustaka Kampung Impian di Desa Lapeng. Selain agenda rutin di kebun yang saat ini dikelola oleh Bang Romi dan tim @kebunimpianlapeng, pada tanggal 2 – 6 Agustus, kita bersama 4 orang dari Global Landscape Forum melaksanakan kegiatan membaca bersama, menanam bakau serta mementaskan drama lingkungan. Anak-anak Lapeng senang sekali. Meskipun hujan selama hari-hari tersebut, kegiatan tetap terlaksana, Kita semua juga belajar banyak dari kebersamaan kita di Lapeng.
Untuk pemulihan bencana, selama bulan Agustus ini, kita bisa mendistribusikan dana cash untuk beberapa yatim dan orang kurang mampu di 5 desa. Mungkin jumlahnya tidak banyak, tapi kita memastikan kita terus hadir untuk mereka yang terdampak bencana. Rasanya masih sangat tidak adil karena melihat pemulihan di Aceh tidak dilakukan secara serius oleh Pemerintah. Masih banyak yang belum mendapatkan hak mereka setelah kehilangan banyak hal pasca bencana hidrometereologi bulan November 2025.
Pada 15 Agustus 2025, saya ditemani Romi sekeluarga berangkat ke Pidie. Hari itu, saya diundang untuk berbagi tentang Pengelolaan Komunitas untuk Pegiat Literasi di Kabupaten Pidie. Saya bahagia sekali karena perjalanan ini saya bisa berbagi dan mendengarkan pengalaman para pegiat literasi di Kabupaten Pidie ini.

Agenda harian lainnya yaitu masak bersama, makan bersama, mengolah plastik menjadi ecobrick hingga bersih-bersih juga mengisi hari-hari kita di 3R. Semuanya tentu demi menciptakan kebersihan dan kenyamanan di tempat tinggal kita bersama ini.

Penulis : Rahmiana Rahman


