Perjalanan ke Iloili : Merawat Lanskap, Merawat Hubungan

Perjalanan menuju Iloilo, Filipina, dimulai dari sebuah pulau kecil di ujung barat Sumatra—Pulo Aceh. Dari tempat yang dikelilingi laut dan lanskap sederhana itu, saya membawa rasa ingin tahu dan harapan untuk bertemu dengan orang-orang yang juga mencintai bumi dengan caranya masing-masing. Perjalanan ini membawa saya menghadiri Global Landscape Forum Asia Community Assembly 2026 yang berlangsung pada 10–14 Februari 2026.

Selama lima hari, Iloilo menjadi ruang pertemuan bagi komunitas dari berbagai negara di Asia. Kami datang dengan latar belakang yang berbeda, aktivis lingkungan, pekerja komunitas, peneliti, seniman, dan pemuda—namun dipertemukan oleh satu kata yang sama, yakni lanskap.

Kegiatan dimulai dengan berbagai workshop yang membuka percakapan tentang bagaimana manusia hidup berdampingan dengan alam. Dari diskusi tentang restorasi ekosistem hingga cerita-cerita kecil dari komunitas lokal, setiap sesi terasa seperti menyusun potongan puzzle tentang masa depan bumi yang lebih baik.

Salah satu momen yang paling membekas adalah river walk di sepanjang sungai kota. Kami berjalan perlahan, mendengarkan cerita tentang sungai, tentang perubahan lanskap, dan tentang bagaimana kota belajar hidup kembali bersama airnya. Langkah-langkah sederhana itu terasa seperti pengingat bahwa memahami lanskap tidak selalu harus dari ruang konferensi, tetapi juga dari berjalan, mengamati, dan merasakan.

Pertemuan ini juga dipenuhi dengan ekspresi seni dan budaya. Ada musik, tarian, dan berbagai karya kreatif yang menjadi bahasa lain untuk berbicara tentang hubungan manusia dengan alam. Di tengah tawa, diskusi, dan pertunjukan, terasa jelas bahwa menjaga lanskap juga berarti menjaga hubungan—antara manusia, budaya, dan lingkungan.

Bagi saya, perjalanan dari Pulo Aceh ke Iloilo bukan hanya perjalanan geografis. Ia adalah perjalanan memperluas perspektif. Sebuah pengingat bahwa di berbagai tempat di Asia, banyak orang yang sedang melakukan hal yang sama: merawat bumi, dengan cara mereka masing-masing.

Ditulis oleh : Rahmiana Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *