Sekolah Damai Untuk Anak-anak Di Desa Salua Sulawesi Tengah

WhatsApp Image 2019-03-26 at 14.23.25

Anak-anak mulai berdatangan, lalu membentuk beberapa baris. Mereka berusaha dijejer serapi mungkin dengan berbagai ice breaking, semisal tepuk semangat, tepuk satu dan ucapan “halo-hai”. Beruntungnya, mereka sangat bersemangat mengikuti berbagai instruksi dari para relawan Rumah Relawan Remaja (3R) yang pada hari Minggu, 24 Maret 2019 melaksanakan Peace School atau Sekolah Damai yang sering dilaksanakan oleh komunitas 3R dari Aceh untuk anak-anak korban bencana atau konflik serta mereka yang berada di desa-desa terpencil.

Sekolah Damai yang dilaksanakan untuk anak-anak di Desa Salua yang merupakan salah satu daerah terdampak gempa di Sulawesi Tengah berjalan dengan sangat lancar. Bukan hanya anak-anak yang nampak menikmati, tapi para relawan yang bermain bersama. Sejak kegiatan yang dimulai dengan lagu Hello Song, Aram Sha-sha serta permainan “Cari Teman” hingga membuat origami berbentuk hati, keriuhan terdengar dari salah satu ruangan SD. Salua seluas 4 x 8 meter. Ada beberapa kendala dalam mengatur anak-anak yang jumlahnya mencapai 70 anak, tapi semangat relawan membuat durasi pelaksanaan kegiatan menjadi terasa cepat berjalan. Hingga akhirnya dua jam berlalu. Kegiatan pun harus diakhiri, setelah pembagian hadiah dari anak-anak dari Korea Selatan serta foto bersama.

“Saya senang bermain dengan anak-anak,” ujar Husen yang merupakan salah satu relawan Sekolah Damai kali ini. Mahasiswa yang masih duduk di semester 8 jurusan Bahasa Inggris Universitas Tadulako mengemukakan bahwa saat menjadi relawan Sekolah Damai, dia akhirnya bisa merasakan bahwa mengatur anak-anak yang jumlahnya sedikit lebih susah dibandingkan mengatur ratusan mahasiswa. “Di sini juga saya belajar bahwa saya harus lebih banyak turun di masyarakat,” ujar Husen saat sesi evaluasi kegiatan Sekolah Damai.

Kegiatan Sekolah Damai yang merupakan follow-up kegiatan yang juga pernah dilaksanakan di desa Salua di tahun 2018 terbilang singkat. Meskipun begitu, ada banyak pelajaran yang kita dapatkan. Selain itu, hubungan kekerabatan dengan orang-orang di desa Salua ini menjadi akrab.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *